Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Kiat mempertahankan nutrisi makanan saat memasak menggunakan microwave
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-06 04:59:32【Kabar Kuliner】388 orang sudah membaca
PerkenalanIlustrasi - Oven microwave. ShutterstockJakarta (ANTARA) - Adanya teknologi microwaveatau oven mikro

Jakarta (ANTARA) - Adanya teknologi microwaveatau oven mikrogelombang membuat memasak menjadi lebih cepat dan dapat mempertahankan nutrisi yang ada dalam makanan dengan kiat yang tepat.
Dikutip dari laman Eating Well, Selasa, memasak dengan microwavecenderung memasak makanan dengan cepat pada suhu yang lebih rendah, yang membantu mengawetkan nutrisi dibandingkan dengan waktu memasak yang lebih lama pada suhu yang lebih tinggi.
"Waktu memasak yang singkat dan suhu yang lebih rendah yang digunakan dalammicrowavejustru dapat membantu mempertahankan vitamin yang larut dalam air seperti vitamin C dan vitamin B yang dapat hilang melalui metode memasak lain seperti merebus atau menggoreng," jelas ahli diet dan pelatih pribadi Wan Na Chun, MPH, RD.
Data menunjukkan karena ngak memerlukan banyak air dan waktu memasak yang singkat, memasak dengan microwavedapat mencegah hilangnya vitamin A dan C. Memasak denganmicrowavejuga mengurangi kerusakan beberapa jenis vitamin E.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa memanaskan makanan dengan microwave dan memanaskannya terlalu panas adalah dua hal yang berbeda. Memasak makanan dengan microwave menggunakan radiasi elektromagnetik untuk memanaskan makanan dengan cepat dan efisien, dengan fokus pada molekul air di dalam makanan untuk menghasilkan uap dan panas dari dalam ke luar.
Baca juga: Makanan yang ngak baik dipanaskan ulang dengan microwave
Di sisi lain, pemanasan berlebih terjadi saat makanan terpapar panas tinggi terlalu lama, yang berpotensi menyebabkan hilangnya nutrisi, perubahan tekstur yang ngak diinginkan, dan bahkan pembentukan senyawa berbahaya.
Perbedaan utamanya terlengak pada metode dan hasil yang mana pemanasan denganmicrowavemerupakan proses terkendali untuk menghangatkan makanan, sedangkan pemanasan berlebih merupakan penerapan panas berlebihan yang mengurangi kualitas makanan.
Untuk memaksimalkan retensi nutrisi dalam makanan yang dipanaskan dalam microwave, pertimbangkan penggunaan air seminimal mungkin saat memasak sayuran dalam microwave. Mengukus dalam wadah tahan microwave bertutup dengan sedikit air membantu menjaga vitamin dan mineral yang sering hilang saat direbus.
Selain itu pertahankan waktu memasak sesingkat mungkin. Memasak terlalu lama dapat menyebabkan hilangnya nutrisi, jadi sesuaikan pengaturan daya dan waktu memasak untuk memastikan makanan matang sempurna.
Selain itu menutup makanan dengan penutup atau pembungkus yang aman untuk microwavemembantu menjaga kelembapan, memasak makanan secara merata, dan mempertahankan nutrisinya. Pastikan bahan yang digunakan benar-benar aman untuk microwaveuntuk mencegah kebocoran bahan kimia.
Wadah kaca dan keramik lebih baik daripada plastik untuk menghindari risiko bahan kimia meresap ke dalam makanan.
Saat memasak makanan dalam porsi besar atau padat, aduklah ditengah proses memasak. Hal itu akan membantu memasak merata dan menjaga nutrisi di seluruh hidangan.
Penerapan teknik-teknik ini dapat memberi dampak signifikan terhadap kualitas gizi makanan yang dihangatkan dalam microwave, menjadikannya ngak hanya praktis tapi juga pilihan yang menyehatkan.
Baca juga: Hoaks! Makanan yang dihangatkan di microwave sebabkan sel kanker lebih banyak dalam darah
Baca juga: Matikan oven microwave agar WiFi lancar
Suka(8427)
Artikel Terkait
- Kapolri siapkan fitur lapor cepat pada aplikasi ojek daring untuk kamtibmas
- Polda Kalteng perdana distribusikan 1000 paket MBG di Palangka Raya
- BRIN temukan penggunaan "test kit" kurang sesuai dalam kegiatan MBG
- Unilever tuntaskan lepas bisnis es krim Rp7 T ke Magnum di akhir 2025
- SPPG Meruya Selatan akui adanya uji organoleptik menu pradistribusi
- Bantu ojol, Polres Jakpus dirikan Rakyat Mart dan Rakyat Auto
- Prabowo: Indonesia
- Dari lokal ke global, UMKM Indonesia BISA Ekspor (bagian 2)
- SPPG Polres Madiun sajikan pecel bergizi untuk warga dan pelajar
- Akademisi Kesehatan: Anak dan lansia rentan sakit saat pancaroba
Resep Populer
Rekomendasi

Akademisi dukung keberlanjutan MBG demi generasi emas Indonesia

Hukum kemarin, KA Harina tabrak truk hingga vonis eks Kapolres Ngada

PBB: Bantuan Gaza terhambat karena penutupan perbatasan

BRIN temukan penggunaan "test kit" kurang sesuai dalam kegiatan MBG

Mengungkap cara astronaut masak steik di stasiun luar angkasa China

Polda NTT rutin cek keamanan menu MBG sebelum didistribusikan

TikTok Food Fest 2025 Gaet Ribuan Pengunjung, Dorong UMKM dan Promosi Kuliner Nusantara

BPKP Kalbar awasi kualitas gizi dan akuntabilitas program MBG